SAHABAT


SAHABAT...


Jika kau pergi jauh, aku tak berharap kau akan mengingatku...
Jika kau bahagia, aku tak berharap kau mau berbagi bersamaku...
Jika kau berhasil, aku tak berharap kau mau menyapaku...

TAPI...
Jika suatu saat nanti canda hilang, tawamu pergi, dan hanya ada air mata buatmu...
Aku mohon berbagilah bersamaku...
Ku harap dengan berbagi, sedihmu hilang...
Dan diwajahmu ada senyum yang mampu membuat matahari bersinar cerah...

SAHABAT


Persahabatan










seorang teman dekat tak lagi menyembuyikan kekeliruan untuk hindari perselisihan,justru dikarnakan kasihnya ia membulatkan tekad menyapa apa adanya . . . , ,

Persahabatan


  Persahabatan di wArnai dengan beragam pengAlaman senang serta duka, dihibur-disakiti, die perhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak, tetapi seluruh ini tidak dulu sengaja dikerjakan dengan tujuan kebancian . . .


Persahabatan

Persahabatan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Persahabatan menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan dan afeksi. Kata Kahlil Gibran dalam puisinya kalau sahabat itu adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi. dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.
Ketika berbagi kebahagiaan dengan sahabat kebahagiaanpun bertambah, Begitu pula sebaliknya, ketika kita berbagi kesedihan, kesedihanpun akan berkurang. itulah hebatnya hubungan persahabatan yang sering terangkai dalam untaian Kata-Kata Mutiara Persahabatan. Kata-Kata Mutiara Persahabatan dapat memberikan kesan bagi orang yang membaca dan menggunakannya, Kata-Kata Mutiara Persahabatan dapat memperat jalian persahabatan karena didalamnya mengandung pesan yang dapat menumbuhkan semangat dan kesadaran akan pentingnya seorang sahabat.
Kata-Kata Mutiara Persahabatan bisa menunjukkkan arti persahabatan sesungguhnya. Sahabat adalah tempat berbagi gelak tawa dan juga derai air mata. disaat kita membutuhkan dia selalu ada untuk memberikan pertolongan. Berikut ini beberapa Kata-Kata Mutiara Persahabatan yang menunjukkan pentingnya arti persahabatan :
“Orang tidak pernah tahu betapa spesialnya seseorang sampai mereka pergi meninggalkannya, tetapi kadang-kadang hal meninggalkan itu menjadi penting, sehingga mereka diberikan kesempatan untuk melihat betapa spesialnya sesorang itu”
“Sahabat adalah seseorang yang datang ketika seluruh dunia meninggalkanmu”
“Sahabat layaknya pelangi yang mencerahkan hidupmu setelah kau berhasil melewati badai”
“Seorang sahabat bisa menatap matamu dengan tersenyum dan bertanya, “Ada apa”?”
“Sahabat yang baik adalah orang yang sangat kita percayai dan membuat kita tenang bersamanya. Dia menjadi tempat berbagi kelelahan, berbagi kesedihan dan tidak pernah menjual rahasia diri kita”
“Jika orang marah kepadamu 3x, tetapi ia tidak pernah berkata buruk tentang kamu, ambillah dia sebagai sahabat dekatmu”
“Persahabatan sulit dijelaskan dan tidak pernah dipelajari di sekolah. Namun, jika seseorang tidak berusaha mempelajari makna persahabatan, dia tidak dapat mempelajari apa-apa”
“Tiada yang lebih indah daripada kasih seorang sahabat, sahabat menaruh kasih di setiap waktu selalu ada dalam setiap kesukaran”
“Sahabat adalah dia yang tahu apa yang dia miliki ketika bersamamu, bukan dia yang menyadari siapa dirimu setelah dia kehilanganmu.”
“Sahabat adalah mereka yang tahu semua kekuranganmu, namun tetap memilih bersamamu ketika orang lain meninggalkanmu.”
“Ketika keadaan mengharuskan menangis maka menangislah, kerena menangis bukanlah tanda orang lemah”
“Sahabat adalah dia yang tahu kekuranganmu, tapi menunjukkan kelebihanmu. Dia yang tahu ketakutanmu, tapi menunjukkan keberanianmu.”


 
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Lidahmu adalah harimaumu, begitu kata pepatah. Ini mengandung makna betapa besar dampak dari setiap ucapan yang terlontar. Tak sedikit orang yang terjerumus ke jurang masalah karena mengatakan sesuatu yang tidak pada tempatnya. Dalam kaitan ini, agama Islam telah memberikan rambu-rambu.
Pada dasarnya, ucapan maupun perkataan merupakan cerminan jiwa. Maka itu, Nabi Muhammad SAW berpesan pilihlah kata-kata yang baik. Dalam hal ini, beliau merupakan teladan terbaik. Setiap saat, Rasulullah senantiasa menggunakan kata yang baik dan halus untuk umatnya.
Sebaliknya, beliau menjauhkan kata-kata yang jelek, kasar, dan keji. Bahkan, Rasulullah sangat membenci jika ada kalimat yang digunakan tidak pada tempatnya yang sesuai. Misalnya, ada kalimat yang baik dan bermakna mulia namun diucapkan kepada orang atau sesuatu yang sebenarnya tidak berhak menyandang kalimat itu.
Juga sebaliknya, jika ada kalimat jelek dan berarti hina, diarahkan untuk orang atau sesuatu yang mulia. “Janganlah kalian memanggil orang munafik dengan panggilan tuan karena jika dia memang seorang tuan, maka dengan panggilan itu kalian telah membuat Tuhan kalian murka.” Demikian sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Dawud.
Selain itu, umat diminta menjaga ucapan yang mengandung syirik. Seperti ucapan, “Aku meminta pertolongan kepada Allah dan kepadamu.” Sesuai tuntutan Rasulullah, mereka yang mengucapkan kalimat-kalimat semacam itu berarti telah menyekutukan atau sepadan bagi Allah SWT.
Dalam buku Berakhlak dan Beradab Mulia, Contoh-contoh dari Rasulullah, Saleh Ahmad asy-Syaami menambahkan, kalimat bernada mencela juga sebaiknya dihindari. Peringatan itu juga disampaikan oleh Rasulullah melalui hadis yang diriwayatkan Bukhari, Muslim, dan Muttafaaq’alaih.
Rasulullah mengatakan, “Allah SWT berfirman, ‘Anak keturunan Adam menyakiti-Ku, karena mereka mencela masa, padahal Aku adalah Zat yang menciptakan dan menguasai masa. Aku yang mempergantikan malam dan siang.” Asy-Syaami menyatakan, perkataan yang mencela melahirkan kesalahan besar.
Menurut dia, celaan yang diucapkan itu sebenarnya akan mengenai diri mereka sendiri. “Mereka telah berkata hal-hal yang tak patut,” paparnya. Asy-Syaami melanjutkan, ucapan-ucapan yang tak baik sama sekali tidak mendatangkan manfaat apa pun. Justru sebaliknya, menjerumuskan seseorang ke jalan kebatilan. Tak hanya itu, ucapan yang buruk itu juga mendatangkan perpecahan dan pertikaian antar sesama.
Termasuk yang perlu dijauhi adalah berkata bohong. Islam tidak memberikan keringanan bagi umatnya yang berbohong. Ibn Qayyim dalam kitab al-Fawa’id mengingatkan umat agar berhati-hati terhadap kebohongan. Sebab, kebohongan akan merusak cara pandang umat terhadap fakta yang sebenarnya.
Menurut pandangan Mahmud al-Mishri melalui bukunya Ensiklopedia Akhlak Muhammad, seorang pembohong akan menyifati sesuatu yang nyata dengan sesuatu yang abstrak dan menyifati yang abstrak dengan yang nyata. Selain itu, mereka menyifati kebenaran dengan kebatilan demikian pula sebaliknya.
Rasulullah melalui hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim mengatakan, kebohongan akan menggiring pelakunya pada kejahatan dan kejahatan akan menjerumuskan ke dalam neraka. Mari kita jauhkan diri kita dari api neraka dengan menjaga lidah kita.